Selasa, 10 Desember 2013

Beethoven

    Beethoven

                                  

Karir Ludwig Van Beethoven sebagai seorang pianis (pemain piano) mulai dikembangkan melalui konser yang sering diselenggarakan oleh para bangsawan secara pribadi di rumah mereka. Konser pertamanya di depan umum diselenggarakan pada tanggal 29 Maret 1795 di Wina, pada usia 25 tahun dan ia telah menunjukkan kelasnya sebagai seorang komponis dan pemain piano yang handal dan berprestasi. Ia membawakan Konserto Piano dalam Bes Mayor dan pada bulan Desember tahun yang sama, ia juga mengadakan konser lagi dengan memainkan Konserto Piano dalam C Mayor Op. 1 yang dipersembahkan untuk gurunya, Franz Josef Haydn.
Dalam setiap konsernya, Beethoven selalu bermain dengan semangat dan penuh emosi yang mendalam. Hal ini pun tercermin dalam karya-karyanya, sonata piano di awal kariernya penuh kebebasan dan daya kreativitas yang tinggi. Contohnya, Sonata Piano dalam F Minor No. 1 Op. 2, yang memperlihatkan bahwa Beethoven ingin memperlihatkan diri sebagai seorang musisi yang berbeda dari Haydn dan Mozart. Musik pianonya begitu tegas dan agresif berbeda dengan tujuan dan suasana musik generasinya, dimana saat itu musik diciptakan dengan tujuan untuk menghibur.Pada tahun 1796, Beethoven mengadakan konser di beberapa kota, yaitu di Nuremberg, Prague, Dresden dan Berlin. Ia mempersembahkan Sonata Piano dalam C minor Op. 13 (Pathetique) kepada Pangeran Karl Lichnowsky dalam konser-konser tersebut. C minor adalah nada dasar yang sering digunakan Beethoven untuk membuat musik yang serius dan tegas.Pada usia 31 tahun (1801), ia merasakan pendengarannya mulai berkurang. Ia juga menerima seorang murid wanita berusia 17 tahun bernama Countess Giulietta Guicciardi (1784 – 1856). Beethoven jatuh cinta dengan muridnya ini dan membuat Sonata Piano Op. 27 No. 2 yang dipersembahkan untuk Giulietta. Sebetulnya sang putri bangsawan bersedia menerima lamaran Beethoven, tapi kedua orang tua sang putri tidak mengijinkannya untuk menikah dengan seorang biasa.
Beethoven mengatakan bahwa pendengarannya mulai berkurang karena kebiasaannya menuangkan air dingin di kepala saat membuat komposisi-komposisi musiknya. Hal ini ia lakukan sering sekali untuk menyegarkan dirinya, tapi setelah itu ia tidak mengeringkan rambutnya. Dan hal ini berpengaruh pada syaraf pendengarannya. Akibat masalah pendengaran ini, ia mengalami depresi sepanjang tahun 1802. Sebagai seorang komponis, ia tidak merasa terganggu, karena ia masih dapat mendengarkan musik dalam otaknya, bahkan musik yang sangat kompleks dan ia dapat menotasikannya melalui partitur yang ia tulis. Ia tidak menciptkan musik melalui piano, melainkan di atas meja tulis untuk mengaplikasikan ide-ide musik dari otaknya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar