Selasa, 10 Desember 2013

Edvard Grieg


                                           


Edvard Grieg dilahirkan di Bergen pada 15 Juni 1843. Sepanjang hidupnya ia diakui dunia sebagai komposer handal. Walaupun berperawakan kecil, ia memiliki hati artistik yang besar, yang selalu ingin menyuarakan keadilan, kebenaran dan solidaritas. Ia mencoba membangun budaya nasional Norwegia dengan memperhalus musik rakyat Norwegia. Saat ini, banyak penduduk Norwegia serta orang asing yang menganggap musik Grieg sebagai bagian penting dari identitas nasional Norway.

Grieg menganggap dirinya penganut aliran Romantic. Walaupun Ibsen dan Bjørnson telah beralih pada aliran Realism pada akhir tahun 1880, Grieg percaya bahwa ia akan dianggap lemah atau penakut jika meninggalkan alirannya. Seperti penganut aliran Romantic lainnya, Grieg juga menganut ilmu kebatinan. Ia mencari keindahan – keindahan di alam, dan keindahan dalam kebenaran. Dari yang dipelajari selama bersekolah di German, Schumanesque dan visinya melukis alam Norwegia dalam musiknya, ia menemukan rahasia dibalik harmoni musik rakyat Norwegia. Hal ini membentuk impiannya, dimana ia berusaha menemukan identitas Norwegia. Ia percaya adanya hubungan misterius antara harmoni yang digunakannya dengan tradisi musik rakyat Norwegia. Dalam kegelapan lagu rakyat Norway, Grieg menemukan, “seperti sebuah kebetulan”, kekayaan harmoni. Grieg kemudian berhasil menciptakan perspektif harmoni baru yang unik bagi musik Eropa, dan yang menjadi dasar karya Debussy dan Bartôk.

Grieg sangat percaya akan pentingnya peran musik di masyarakat. Beberapa kali Grieg menyelenggarakan konser gratis untuk para pekerja dan penduduk miskin, dan setelah salah satu konsernya berakhir ia menulis, “Malam ini mewakili pemenuhan impian masa muda saya: yaitu, seperti yang terjadi di Yunani dahulu kala, seni harus dapat dinikmati semua lapisan masyarakat, terutama karena seni … berkomunikasi dari hati ke hati.  Semoga seni menjadi milik semua orang!”. Grieg berpendapat bahwa tidak ada kelas atas atau kelas bawah dalam kesenian, dan bahwa kesenian seharusnya dapat menjadi sarana pendidikan untuk masyarakat.Walaupun Grieg bertahan dalam aliran Romantic, ia tetap tertarik pada perkembangan moderen, dan tidak ingin ketinggalan: “Saya tidak mengatakan bahwa saya takut akan Kehidupan atau Kematian, tetapi hanya ada satu hal yang saya takuti: menyadari bahwa saya menjadi tua  bahwa para kaum muda melakukan hal-hal yang tujuannya tidak saya pahami. Pendek kata, saya takut akan kemungkinan bahwa saya tidak dapat merasakan apa yang benar dan hebat dalam hal spiritual, yang menjadi semakin maju dengan bertambahnya usia kita. Oleh karena itu saya ingin mengikuti dorongan naluri untuk mengetahui semua bayang-bayang dunia spiritual.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar